Kamis, 05 September 2013

SABAR

SABAR
A.    Makna Sabar
Sabar adalah sikap yang tahan (tidak mudah / lekas marah) terhadap cobaan yang diberikan Allah kepadanya atau kepada hamba-Nya. Sabar merupakan pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id).
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ
{الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا“<سورة الكهف :28

“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28).
Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur'an dan Sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengenyampingkan keinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: “Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim).
B.     Sabar Menurut Islam
جَنَّاتُعَدْنٍيَدْخُلُونَهَاوَمَنْ صَلَحَمِنْآبَائِهِمْوَأَزْوَاجِهِمْوَذُرِّيَّاتِهِمْوَالمَلاَئِكَةُيَدْخُلُونَعَلَيْهِممِّن كُلِّبَابٍ
سَلاَمٌعَلَيْكُمبِمَاصَبَرْتُمْفَنِعْمَعُقْبَىالدَّارِ

“Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d : 23-24).
Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama dari pada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mengekang. Di antaranya disebutkan pada QS.Al-Kahfi : 28,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ
{الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا“<سورة الكهف :28

“Dan tahanlah dirimu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.”

Kebalikan sabar adalah jaza’u (sedih dan keluh kesah), sebagaimana di dalam firman Allah QS. Ibrahim : 21,
وَبَرَزُواْلِلّهِجَمِيعًافَقَالَ الضُّعَفَاءلِلَّذِينَاسْتَكْبَرُواْإِنَّاكُنَّالَكُمْتَبَعًافَهَلْأَنتُم مُّغْنُونَعَنَّا مِنْعَذَابِاللّهِ مِن شَيْءٍقَالُواْلَوْهَدَانَااللّهُ لَهَدَيْنَاكُمْسَوَاءعَلَيْنَآأَجَزِعْنَاأَمْصَبَرْنَامَا لَنَامِنمَّحِيصٍ
“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:` Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: `Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri`.
(QS. Ibrahim : 21)
C.    Sabar di atas Islam
Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas. Ingatlah bagaimana siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan keluarganya. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah.
Lihatlah keteguhan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya bersumpah mogok makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Namun dengan tegas Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan, “Wahai Ibu, demi Allah, andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar, sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini…”. Inilah akidah, inilah kekuatan iman, yang sanggup bertahan dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan kehidupan.
Saudaraku, ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari ini, baik yang berupa kehilangan harta, kehilangan jiwa dari saudara yang tercinta, kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan, itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam.
Mereka disakiti, diperangi, didustakan, dituduh yang bukan-bukan, bahkan ada juga yang dikucilkan. Ada yang tertimpa kemiskinan harta, bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara, namun sama sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka.
Ingatlah firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim.” (QS. Ali ‘Imran  : 102).
Ingatlah juga janji Allah yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya akan Allah berikan jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath Thalaq : 2-3).
Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya dan Al Haakim dalam Mustadrak ‘ala Shahihain, III/624).
D.    Hakikat Kesabaran
Kesabaran terdiri atas ilmu, keadaan, dan perbuatan. Ilmu diibaratkan sebuah pohon, keadaan seperti rantingnya, dan perbuatan seperti buahnya. Orang yang bersabar akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan sepenuh hati. Kesabaran karena ibadah akan memperoleh kebahagiaan untuk selama-lamanya.
Firman Allah SWT :
يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين
 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ketahuilah kiranya, bahwa sabar itu suatu maqam (tingkat) dari tingkat-tingkat agama. Dan suatu kedudukan dari kedudukan orang yang berjalan menuju kepada Allah (saalikiin). Dan semua maqam agama itu hanya dapat tersusun baik dari tiga hal: ma’rifah (ketetapan hati yang dalam mempunyai hadirnya wujud yang wajib adanya yang menggambarkan segala kesempurnaan), ahwal (keadaan), dan amal. Maka ma’rifah itu adalah pokok, dialah yang mewariskan ahwal, dan ahwal itu yang membuahkan amal.
Ma’rifah itu adalah seperti pohon kayu, ahwal adalah seperti ranting, dan amal seperti buah. Dan ini terdapat pada semua kedudukan para saalikiin. Seperti demikian pula sabar. Tiada akan sempurna sabar itu selain dengan ma’rifah yang mendahuluinya dan dengan ahwal yang tegak berdiri.
Adapun insan itu, maka sesungguhnya ia diciptakan pada permulaan masa kecilnya tanpa keinginan selain keinginan makan. Kemudian lahirlah keinginan bermain dan berhias, kemudian nafsu keinginan kawin. Dan tak ada sekali-kali pada insan pada masa kecil tersebut kekuatan sabar. Pada anak kecil itu yang ada hanyalah tentara hawa nafsu, seperti yang ada pada hewan.
Akan tetapi, Allah Ta’ala dengan kurnia-Nya dan keluasan kepemurahan-Nya, memuliakan anak Adam dan meninggikan derajat mereka dari derajat hewan-hewan. Maka Allah Ta’ala mewakilkan kepada manusia itu ketika sempurna dirinya dengan mendekati kedewasaan, dua malaikat. Yang satu memberinya petunjuk dan yang satu lagi menguatkannya. Maka berbedalah manusia itu dengan pertolongan dua malaikat tadi dari hewan-hewan.
Maka jadilah insan itu dengan sinar petunjuk, mengetahui bahwa mengikuti nafsu syahwat itu tidak disukai pada akibatnya. Akan tetapi, petunjuk itu tidaklah memadai, selama tidak ada baginya kemampuan untuk meninggalkan yang mendatangkan melarat. Lalu ia memerlukan kepada kemampuan dan kekuatan yang dapat menolakkannya kepada menyembelih nafsu syahwatnya itu. Lalu ia melawan nafsu syahwat tersebut dengan kekuatan itu. Sehingga diputuskannya permusuhan nafsu syahwat tadi darinya. Maka Allah Ta’ala mewakilkan seorang malaikat lain padanya yang membetulkannya, meneguhkannya dan menguatkannya dengan tentara yang tiada engkau dapat melihatnya. Ia memerintahkan tentara ini, untuk memerangi tentara nafsu syahwat. Maka sekali tentara ini yang lemah dan sekali ia yang kuat.
Hendaklah dipahami, bahwa peperangan itu, terjadi antara penggerak agama dan penggerak hawa nafsu. Dan peperangan antara yang dua tadi, berlaku terus menerus. Dan medan peperangan ini ialah qalb hamba.
Sumber bantuan kepada penggerak agama itu datangnya dari para malaikat, yang menolong barisan (tentara) Allah Ta’ala. Dan sumber bantuan penggerak nafsu syahwat itu, datangnya dari syaitan-syaitan yang membantu musuh-musuh Allah Ta’ala.
Maka sabar itu adalah ibarat dari tetapnya penggerak agama menghadapi penggerak nafsu syahwat. Kalau penggerak agama itu tetap, sehingga dapat memaksakan penggerak nafsu syahwat dan terus-menerus menantangnya, maka penggerak agama itu telah menolong tentara Allah. Dan berhubung dengan orang-orang yang sabar. Dan kalau ia tinggalkan dan lemah, sehingga ia dikalahkan oleh nafsu syahwat dan ia tidak sabar pada menolaknya, niscaya ia berhubungan dengan mengikuti syaitan-syaitan.
Jadi, meninggalkan perbuatan-perbuatan yang penuh dengan nafsu syahwat itu adalah amal perbuatan yang dihasilkan oleh suatu ahwal, yang dinamakan sabar, yaitu tetapnya penggerak agama yang berhadapan dengan penggerak nafsu syahwat. Tetapnya penggerak agama itu adalah suatu hal yang dihasilkan oleh iman, dengan memusuhi nafsu syahwat dan melawannya, karena sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Sesungguhnya semua yang tersebut itu, adalah isyarat yang mengisyaratkan kepada hal-hal yang lebih tinggi dari ilmu mu’amalah. Maka kami terangkan, bahwa telah jelas sabar itu adalah ibarat dari tetapnya penggerak agama pada melawan penggerak hawa nafsu. Dan perlawanan ini adalah termasuk ciri khas anak-anak Adam, karena diwakilkan kepada mereka, malaikat-malaikat yang mulia yang menuliskan amal perbuatan mereka.
E.     Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur'an
سَلاَمٌعَلَيْكُمبِمَاصَبَرْتُمْفَنِعْمَعُقْبَىالدَّارِ
جَنَّاتُعَدْنٍيَدْخُلُونَهَاوَمَنْ صَلَحَمِنْآبَائِهِمْوَأَزْوَاجِهِمْوَذُرِّيَّاتِهِمْوَالمَلاَئِكَةُيَدْخُلُونَعَلَيْهِممِّن كُلِّبَابٍ
“…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d : 23-24).
Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Imam al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.”
Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”
Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama dari pada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”
Sabar adalah suatu perbuatan mulia. Sabar merupakan amalan yang mengantarkan pelakunya kepada kasih sayang Allah Swt.
Sabar termasuk salah satu bagian keimanan. Sabar berpasangan dengan syukur. Kedua bagian keimanan ini ibarat dua sisi koin. Satu sisi adalah sabar dan satu sisi sebelahnya adalah syukur. Sebagai orang yang beriman, saat diberi cobaan atau ujian kita harus senantiasa bersabar. Begitu pula saat diberi kenikmatan dan kebahagiaan kita harus senantiasa bersyukur.
Orang yang diberi cobaan dan ujian harus senantiasa bersabar karena sabar merupakan kunci dari segala persoalan. Sifat sabar harus senantiasa melekat pada diri kita selama hidup di dunia. Orang sabar akan mendapatkan balasan pahala di sisi Allah SWT.
Firman Allah berikut.
“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar.”(QS. An-Nahl: 96)v
“Seseungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).v
Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;
1.      Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah/2 : 153, "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS. Ali Imran/3: 200, An-Nahl/16: 127, Al-Anfaal/8: 46, Yunus/10:109, Hud/11: 115 dsb.
2.      Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"

3.      Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah/2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."
4.      Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
5.      Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. Al-Anfaal/8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."
6.    Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (Ar-Ra’d/13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."

makalah lingkungan hidup


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar belakang
Berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dapat dikatakan bahwa lingkungan merupakan segala sesuatu  yang berhubungan dengan organism dalam melangsungkan kehidupanya. Dengan kata lain lingkungan hidup merupakan komponen yang berada disekitar individu yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan. Oleh karena itu lingkungan hidup berperan penting dalam kehidupan manusia dimuka bumi. Akhir-akhir ini terjadi banyak kerusakan lingkungan hidup yang sebagian besar disebabkan oleh tingkah laku manusia itu sendiri. Manusia tanpa berfikir panjang melakukan kegiatan yang pada akhirnya merusak kelestarian lingkungan. Ada berbagi bentuk kerusakan di muka bumi ini, Kesadaran manusia sangat diperlukan, hubungan antara manusia dengan lingkungan harus terjaga dengan baik agar kelestarian lingkungan hidup tetap dapat seimbang. Untuk dapat memahami lebih jauh tentang berbagai macam kerusakan lingkungan dan beberapa faktir penyebabnya maka pada makalah ini akan dijelaskan ulasan mengenai kerusakan lingkungan dan factor penyebabnya.
B.            Tujuan
Makalah ini bertujuan agar siswa-siswi kelas XI mengetahui dan lebih memahami mengenai lingkungan hidup khusunya mengenai kerusakan lingkungan dan faktor penyebabnya.
C.            Rumusan Masalah
1.      Ada berapa jenis kerusakan lingkungan hidup berdasarkan penyebabnya? , Sebutkan!
2.      Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup?
3.      Apa saja factor yang menyebabkan timbulnya kerusakan lingkungan hidup?
D.           Manfaat
1.      Siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk kerusakan lingkungan dan factor penyebabnya
2.      Dapat lebih mencintai dan melestarikan lingkungan hidup
3.      Dapat Membantu pelestarian lingkungan
4.      Dapat membantu antar sesama korban dari kerusakn lingkungan.
BAB II
ISI
A.    Lingkungan hidup Berkaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan
a.      Pengertian lingkungan Hidup
Lingkungan hidup (biasa disebut lingkungan saja) merupakan ruang dengan segala isinya yang mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia. Manusia secara langsung mampu mengubah lingkungan hidup sesuai keinginan mereka dengan akal yang dimiliki. Namun lingkungan juga dapat berpengaruh langsung bagi manusia yang bersangkutan. Manusia hidup di bumi tidak sendirian, melainkan bersama makhluk hidup lain yaitu hewan dan tumbuhan dimana antara manusia dan makhluk hidup lain memiliki kaitan yang erat. Hidup manusia terkait erat dengan mereka. Selain makhluk hidup, di sekeliling kita juga terdapat benda mati, seperti tanah, air, udara, dan sebagainya yang menjadi tumpuan hidup kita semua. Lingkungan hidup adalah kesuluruhan unsure atau komponen yang berada di sekitar individu yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan.
b.      Unsur-unsur Lingkungan Hidup
1.      Unsur Abiotik (fisik)
2.      Unsure yang terdapat dalam lingkungan fisik antara lain tanah, air, udara, Klembapan, sinar matahri, dan senyawa kimia. Dan berfungsi sebagai media berlangsungnya kehidupan.
3.      Unsur Bioik (Hayati)
4.      Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri dari semua makhluk hidup yang ada dibumi.
5.      Unsur Budaya
6.      Merupakan abstraksi yang berwujud nilai, norma, gagasan, dan konsep dalam memahami dan menginterpretasikan lingkungan
c.       Manfaat Lingkungan hidup Bagi Kehidupan
Beberapa manfaat lingkungan bagi manusia antara lain :
1.      Tempat berpijak dan beraktifitas
2.      Tanah digunakan sebagai lahan pertanian
3.      Komponen hewan sebagai sumber makanan bagi manusia
4.      Jasad renik berperan penting dalam penguraian sisa jasad hidup yang telah mati
5.      Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia.
d.      Hakikat Pembangunan di Indonesia
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam yang harus dilandasi wawasan lingkungan. Agar keberadaan lingkungan hidup tetap terjaga.
Hakikat atau pokok-pokok arahan kebijaksanaan di bidang suber alam dan lingkungan hidup dalam pembangunan berwawasan lingkungan sebagai berikut :
1.      Investarisasi SDA
2.      Pemanfaatan teknologi yang memadai
3.      Menilai dampak terhadap lingkungan
4.      Rehabilitasi SDA
5.      Pendayagunaan wilayah dengan tidak merusak lingkungan hidup.


e.       Upaya-Upaya Pokok Pembangunan di Indonesia
Berikut ini upaya pemerintah meratakan pembangunan :
1.      Stabilitas Nasional
2.      Pertumbuhan di bidang ekonomi
3.      Pemerataan pendapatan
4.      Pembangunan pertanian sebagai landasan pembangunan Nasional

f.       Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
Adalah pembangunan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan manusia dengan cara menyerasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.
· Sumber daya yang mendukung pembangunan :
a.       Sumber daya alam : air, tanah, udara, hutan, hewan
b.      Sumber daya manusia
c.       Ilmu pengetahuan dan teknologi

· Ciri-ciri Pembangunan Berkelanjutan :
a.       Dilakukan dengan perencanaan yang matang
b.      Memerhatikan daya dukung lingkungan
c.       Meminimalisasi dampak pencemaran
d.      Melibatkan pertisipasi warga

 
B.     Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam kaitannya Dengan Pembangunan Berkelanjutan
a.      Kualitas Lingkungan Hidup
Kualitas lingkungan hidup dapat dibedakan berdsarkan karakteristik , antara lain :
1.      Lingkungan Biosfik (komponen biotik dan abiotik)
2.      Lingkungan Sosial ekonomi (hubungan dengan sesama)
3.      Lingkungan Budaya (segala materi atau non materi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia)
b.      Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya
1.       Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam
Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.
a)      Letusan Gunung Api
Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Akan tetapi, setelah kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah.
b)      Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan  menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan peristiwa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu? Contoh peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter. Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter.
c)      Banjir
Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo.


d)     Tanah anah Longsor
Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang
memiliki topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007
e)      Badai/Angin Topan
Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
f)       Kemarau Panjang
Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk.
2.       Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.
a)      Pencemaran Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan. Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres.
b)      Degradasi Lahan
Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.
1)      Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.
2)      Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang.
3)      Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.

FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN
Ada beberapa faktor penyebab kerusakan lingkungan, antara lain
a.       Pertambahan penduduk yang pesat, sehingga telah menyebabkan tekanan yang sangat berat terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati. Misalnya, timbulnya eksploitasi terhadap sumberdaya alam hayati yang berlebihan,
b.      Perkembangan teknologi yang pesat, sehingga kemampuan orang untuk mengeksploitasi
keanekaragaman hayati secara berlebihan semakin mudah dilakukan,
c.       makin meningkatnya penduduk lokal terlibat dalam ekonomi pasar kapitalis, sehingga menyebabkan eksploitasi keanekaragaman hayati secara berlebihan,
d.      kebijakan dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang sangat sentralistik dan bersifat kapitalis dan tidak tepat guna, dan
e.       berubahnya sistem nilai budaya masyarakat dalam memperlakukan keanekaragaman hayati sekitarnya.
Misalnya, punahnya sifat-sifat kearifan penduduk local terhadap lingkungan hidup  sekitarnya. Oleh karena itu, pengelolaan keanekaragaman hayati yang holistik, berkelanjutan dan berkeadilan sosial bagi segenap warga masyarakat, sungguh diperlukan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati.
C.     Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
1.      Upaya Yang dilakukan Pemerintah:
a.      Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan   Hidup.
b.      Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan           Beracun    dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
c.       Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
d.      Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
2.      Upaya yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah:
a.       Pelestarian tanah(tanah datar/tanah miring)
b.      Pelestarian udara
c.       Pelestarian hutan
d.      Pelestarian laut dan Pantai
e.       Pelestarian Flora dan fauna
D.    Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bijaksana.
Ciri-ciri Pembangunan berwawasan lingkungan:
a.       Menjamin pemerataan dan keadilan
b.      Menghargai keanekaragaman hayati
c.       Menggunakana pendekatan integritif
d.      Menggunakan jangka panjang
E.     Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
AMDAL adalah telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak pentingnya suatu lingkungan yang direncanakan.
·         AMDAL dilakukan karena :
a.      Dilakukan untuk proyek yang akan dibangun karena undang-undang pemerintah menghendaki demikian
b.      Agar kualitas lingkungan tidak rusak karena proyek pembangunan
·         Yang bertanggung jawab melaksanakn AMDAL adalah pemilik proyek atau dapat menyerahkan pelaksanaan kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar pemerintah
·         Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkungan adalah sebagai pendugaan dampak lingkungan yang akan terjadi akibat pelaksanaan proyek pembangunan yang akan dilakukan.
·         Peran AMDAL bagi pengambi keputusan adalah menghindarkan akibat-akibat yang merugikan dan tidak diinginkan, yaitu terjadinya dampak negative dari proyek pembangunan pada lingkungan hidup.
·         Kegunaan AMDAL bagi berbagai pihak :
1.      Kegunaan bagi pemerintah
2.      Kegunaan bagi Pemilik proyek
3.      Kegunaan bagi Pemilik modal
4.      Kegunaan bagi Masyarakat
5.      Kegunaan lainnya.
F.      Identifikasi Wilayah Yang Dikonservasi
Konserfasi adalah Upaya Pelestarian Lingkungan, dengan tetap mempertahankankeberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.
·         Tujuan dari kegiatan Konservasi antara lain :
a.       Melindungi dan memilihara tempat yang berharga
b.      Penggunaan kembali bangunan lama agar tidak terlantar
c.       Melindungi benda-benda cagar budaya
d.      Melindungi benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala.
·         Fungsi daerah Konservasi antara lain :
1.      Cagar alam (tumbuhan)
2.      Suaka margasatwa (hewan)
·         Hal-hal yang perlu dikonserfasi dengan baik :
1.      Pengawetan jenis hewan dan tumbuhan
2.      Pemanfaatan secara lestari
3.      Pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar
4.      Pelestarian kekayaan alam.
BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan penyebabnya ada 2 jenis kerusakan alam yaitu kerusakan akibat proses alam dan akibat aktivitas manusia. Kerusakan karena proses alam yaitu gempa bumi, banjir, tanah longsor, badai, kemarau panjang, Sedangkan kerusakan akibat aktivitas manusia yaitu pencemaran lingkungan dan degradasi lahan. Beberapa factor penybab kerusakan lingkungan antara lain pertambahan penduduk yang pesat, perkembangan teknologi yang pesat, makin meningkatnya penduduk lokal terlibat dalam ekonomi pasar kapitalis, kebijakan dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang sangat sentralistik dan bersifat kapitalis, berubahnya sistem nilai budaya masyarakat dalam memperlakukan keanekaragaman hayati sekitarnya.

B.   Saran
Makhluk hidup harus dapat melerasikan lingkungan hidup agar lingkungan hidup tetap lestari dan terjaga. Sehingga organisme di muka bumi dapat hidup dengan baik begitu pula dengan manusia. Agar tidak timbul kerusakan lingkungan maka perlu mengetahui factor penyebabnya sehingga dapt melakukan penj\cegahanya dengan baik dan bijaksana.










Daftar Pustaka

Indra Maulana. 2011. Buku Kerja Siswa. Surakarta. Suara Media Sejahtera

Wardiyatmoko. 2006. Geografi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta. Erlangga