Jumat, 18 September 2015
Selasa, 12 Mei 2015
SENI TARI SINTREN
A. Sejarah Sintren
Kebudayaan pesisir merupakan keseluruhan pengetahuan yang dipunyai dan terjiwai oleh masyarakat pesisir, yang isinya adalah perangkat model pengetahuan yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi, untuk mendorong, dan untuk menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya. Dalam pengertian ini, kebudayaan adalah suatu kumpulan pedoman atau pegangan yang kegunaan untuk menghadapi lingkungan-lingkungan sekitarnya (fisik, alam, dan sosial) agar masyarakat pesisir itu dapat melangsungkan kehidupannya, yaitu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, dan untuk dapat hidup secara lebih baik (Mudjahirin, 2009).
Kebudayaan pesisir ini meliputi adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, dan lain-lain yang dianut oleh masyarakat setempat. Di pesisir pantai utara Pulau Jawa, khususnya dari Indramayu, Cirebon, Brebes, Banyumas, hingga Pekalongan, terdapat tradisi kesenian yang unik. Sintren, suatu tarian yang disebut-sebut mistis inilah yang akan penulis bahas dalam Laporan ini.
Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jati barang, Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Pada zaman dahulu, Kalisabak dipimpin oleh seorang penguasa wilayah yang bernama Raden Bahureksa. Ia tinggal bersama istrinya yang bernama Roro Rantamsari dan putra semata wayangnya, Raden Sulandono. Raden Sulandono tumbuh menjadi seorang pangeran yang tampan dan baik budi pekertinya. Perilakunya yang sopan dan tidak membeda-bedakan teman pergaulan, menjadikannya memiliki banyak teman. Ia suka bergaul dengan rakyat biasa, dan berkunjung sampai ke desa-desa.
Sementara itu, di sebuah dusun yang menjadi wilayah Kalisabak, tersebutlah gadis bernama Sulasih. Sulasih, gadis cantik berbudi itu menjadi kembang desa kebanggan para pemuda.
Suatu hari saat berkunjung ke desa itu, bertemulah Raden Sulandono dengan Sulasih. Raden Sulandono langsung jatuh cinta pada Sulasih. Cinta mereka pun bertaut, tanpa mempermasalahkan status mereka yang berbeda. Namun rupaya Raden Bahureksa menghalangi cinta putranya. Ia beranggapan Sulasih tidak cocok untuk putranya. Walaupun terus dihalang-halangi ayahnya, hubungan cinta Raden Sulandono dan Sulasih terus berlanjut. Tak lama berselang, Raden Bahureksa meninggal dunia, disusul Rara Rantamsari.
Sebenarnya, banyak pemuda yang terpikat pada kecantikan Sulasih. Suatu waktu, Sulasih disembunyikan oleh para pemuda itu agar tidak dapat bertemu lagi dengan Raden Sulandono. Mengetahui kekasihnya disembunyikan, maka terjadi pertarungan antara Raden Sulandono dengan para pemuda desa tersebut. Dan karena dikeroyok, Raden Sulandono kalah. Namun sebelum celaka, Raden Sulandono diselamatkan oleh roh Roro Rantamsari yang kemudian memerintahkan Raden Sulandono untuk bertapa dan memberinya sehelai saputangan. Dia disarankan untuk menjadi penari pada upacara bersih desa yang akan datang.
Pada malan bulan purnama pada saat upacara bersih desa dimulai, melalui perantara Roro Rantamsari, roh bidadari didatangkan agar menyatu ke dalam tubuh Sulasih sehingga ia mampu menari di acara bersih desa. Roh Rantamsari kemudian mendatangi Raden Sulandono yang sedang bertapa agar segera bangun dan cepat-cepat mendatangi upacara bersih desa tersebut. Dalam kesempatan itu Raden Sulandono melemparkan saputangan pemberian ibundanya, maka pingsanlah Sulasih yang sedang menari. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Raden Sulandono yang segera membawa lari Sulasih.
Sejak saat itu, bila suatu desa menyelenggarakan upacara bersih desa, maka akan disajikan tarian yang pernah ditarikan Sulasih, yaitu tarian para bidadari. Saat menari, seringkali penari seperti tak sadarkan diri karena dimasuki roh.
Tari ini untuk selanjutnya disebut Sintren, yang berasal dari kata si-putri-an atau si-putren, kemudian menjadi sintren, yaitu putri yang menari menirukan tarian para bidadari.
Sekarang ini, umumnya Sintren tidak lagi sebagai tari yang disajikan dalam upacara bersih desa, tetapi telah menjadi tontonan yang bersifat hiburan.
Sintren sebagai seni tari tradisional Jawa, khususnya Cirebon, sering dipertunjukkan pada saat acara kebudayaan. Pemeran sintren adalah gadis yang masih suci (perawan), dan dibantu oleh seorang pawang serta 3-6 orang penjaga.
Prosesi Sintren dimulai dengan, sang gadis dililit tali dari ujung kepala sampai ujung kaki, dibaringkan di atas tikar dan dibungkus, kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam seukuran manusia yang sudah disiapkan dengan dibungkus kain batik hitam. Dua sinden mendendangkan lagu dalam bahasa Cirebon.
Kemenyan dibakar, penari menabur bunga. dan saat kurungan ayam diangkat, gadis yang dililit itu sudah berubah penampilan, si gadis memakai baju penari berwarna merah, kain batik hitam, dengan mahkota dan kacamata hitam. Si gadis lantas menari dalam kondisi trance. Dan salah satu bagian yang menarik dalam prosesi ini adalah sang penari akan jatuh saat dilempar uang. Setiap penonton melempar uang ke tubuhnya, sang penari pun ambruk. Sang penjaga sigap menangkap, lantas pria berbaju hitam meniup wajah penari Sintren. Dia pun menari lagi, bak wayang di tangan dalang.
B. Bentuk Pertunjukan
Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Dalam perkembangannya tari sintren sebagai hiburan budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodor (lawak).
Dalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, si pawang (dalang) sering mengundang Roh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bila, roh Dewi Lanjar berhasil diundang, maka penari Sintren akan terlihat lebih cantik dan membawakan tarian lebih lincah dan mempesona.
Kesenian Sintren terdiri dari para juru kawih/sinden yang diiringi dengan beberapa gamelan seperti buyung,sebuah alat musik pukul yang menyerupai gentong terbuat dari tanah liat, rebana, dan waditra lainya seperti , kendang, gong, dan kecrek. Sebelum dimulai, para juru kawih memulai dengan lagu-lagu yang dimaksudkan untuk mengundang penonton. Syairnya begini:
"Tambak tambak pawon
Isie dandang kukusan
Ari kebul-kebul wong nontone pada kumpul".
Syair tersebut dilantunkan secara berulang-ulang sampai penonton benar-benar berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan Sintren. Begitu penonton sudah banyak, juru kawih mulai melantunkan syair berikutnya,
"Kembang trate
Dituku disebrang kana
Kartini dirante
Kang rante aran mang rana"
Di tengah-tengah kawih diatas, muncullah Sintren yang masih muda belia. Konon menurut Ny. Juju. Seorang sintren haruslah seorang gadis, kalau Sintren dimainkan oleh wanita yang sudah bersuami, maka pertunjukan dianggap kurang pas, dalam hal ini Ny. Juju enggan lebih jauh menjelaskan kurang pas yang dimaksud semacam apa. ”Pokoknya harus yang masih perawan,” katanya menegaskan.
Kemudian sintren diikat dengan tali tambang mulai leher hingga kaki, sehingga secara syariat, tidak mungkin Sintren dapat melepaskan ikatan tersebut dalam waktu cepat. Lalu Sintren dimasukan ke dalam sebuah carangan (kurungan) yang ditutup kain, setelah sebelumnya diberi bekal pakaian pengganti. Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tak henti-hentinya membaca mantra dengan asap kemenyan mengepul. Juru kawih terus berulang-ulang nembang :
"Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru"
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih dalam keadaan tidur. Namun begitu kurungan dibuka, sang Sintren sudah berganti dengan pakaian yang serba bagus layaknya pakaian yang biasa digunakan untuk menari topeng, ditambah lagi sang Sintren memakai kaca mata hitam. Sintren kemudian menari secara monoton, para penonton yang berdesak-desakan mulai melempari Sintren dengan uang logam, dan begitu uang logam mengenai tubuhnya, maka Sintren akan jatuh pingsan. Sintren akan sadar kenbali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh pawang. Secara monoton sintren terus menari dan penonton pun beruhasa melempar dengan uang logam dengan harapan Sintren akan pingsan. Disinilah letak inti dari seni sintren, tidak tahu apakah itu hanya adegan semata atau memang benar-benar mengandung unsur magis.
Kesenian Sintren merupakan warisan tradisi rakyat pesisiran yang harus dipelihara, mengingat nilai-nilai budaya yang kuat di dalamnya, terlepas dari apakah pengaruh majis ada di dalamnya atau tidak. Sintren menambah daftar panjang kekayaan khasanah budaya sebagai warisan tradisi nenek moyang kita.
C. Fungsi Kesenian Sintren
Adapun fungsi dari kesenian sintren sebagai berikut:
1. Sebagai sarana hiburan masyarakat.
2. Apresiasi seni dan nilai-nilai estetik masyarakat.
3. Digunakan untuk keperluan upacara-upacara ritual seperti : bersih desa, sedekah laut, upacara tolak bala, nadzar, ruwatan dan pernikahan.
4. Untuk memeriahkan peringatan hari-hari besar, seperti hari ulang tahun kemerdekaan, hari jadi.
D. Syarat Menjadi Sintren Dan Ritualnya
Sintren adalah sejenis kesenian tari yang di dalamnya terdapat unsur gaib,dimana calon penari akan dirasuki jin penari. Untuk menjadi penari sintren tdk dbutuhkan keahlian menari. Syarat utama adl gadis yg masih perawan. Konon jika sudah tak perawan,jin tdak mau masuk ketubuh si penari.
Ada ritual2 tertentu yg harus dilakukan sebelum melakukan pertunjukan tari. Salah satunya adalah kurungan (semacam kurungan ayam tapi ukurannya lebih besar). Untuk membuat kurungan tidak bisa dilakukan oleh smbrang orang. Harus orang yg mempunyai kemampuan olah batin yg mempuni. Bambu yg digunakan pun harus khusus, Orang yg akan membuat kurungan pun harus menjalani puasa & tirakat. Bambu khusus itu harus disimpan terlebih dahulu di tempat yg di anggap keramat slama 3hr sebelum dibuat kurungan. Setelah kurungan selesai dibuat,maka kurungan akan di bungkus kain hitam.
E. Perkembangan Kesenian Sintren
Sintren merupakan kesenian tradisional rakyat di pesisir pulau Jawa bagian utara. Kesenian rakyat ini populer di kalangan masyarakat, karena sintren mempunyai keistimewaan yaitu menari dalam keadaan kesurupan(trance). Prilaku tranceyang terjadi pada sintren merupakan ciri khas dari kesenian ini. Popularitas kesenian ini mulai dari Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon. Bahkan sudah berkembang lebih jauh lagi sampai Serang, Pekalongan, dan Pemalang. Keberadaan sintren menimbulkan berbagai praduga tentang asal usul dan perkembangannya. Muncul dugaan di kalangan masyarakat bahwa kesenian sintren merupakan sisa-sisa peninggalan masa pra Hindu di pulau Jawa. Ada pula dugaan bahwa sudah ada ketika pendudukan kolonial di pulau Jawa. Bagi masyarakat pesisir yang sebagian besar mata pencahariannya dari hasil menangkap udang, pertunjukan sintren merupakan salah satu hiburan tatkala pulang dari melaut. Kesenian ini memiliki keunikan, karena mengandung unsur-unsur kekuatan yang diluar nalar manusia biasa atau magis di dalam pertunjukannya sehingga menjadi daya tarik utama dan mampu bertahan hingga kini. Kesenian sintren pada masa lampau bertujuan untuk sarana ritual yang bersifat sakral. Selain sebagai sarana ritual, sintren juga dimanfaatkan sebagai hiburan seperti upacara besar dan pernikahan. Berbeda dengan masa lampau, yaitu masa kesenian sebagai sarana pemujaan kepada roh-roh gaib atau untuk kepentingan ritual, perkembangan sintren masa kini sudah mengarah pada kebutuhan komersial dan menjadi seni tontonan. Walaupun kondisi kesenian tradisi kerakyatan Cirebon sekarang ini telah ‘dikepung’ oleh kesenian modern, namun masih banyak peminat dan pengamat yang tetap setia pada seni tradisi. Saat ini bermunculan grup-grup sintren yang baru di kota Cirebon. Yaitu grup Sinar Bahari, grup Sinar Surya, grup Sinar Fajar. Grup -grup iniaktif sekitar tahun 2000-an yang memunculkan persaingan antara grup satu dengan grup yang lain. Persaingan ini muncul karena memperebutkan tanggapan dari penanggap tari sintren dan membesarkan nama grupnya sendiri tanpa mementingkan sejarah atau segi pertunjukannya. Kondisi saat ini berdampaknya pada perubahan dari cara pementasan grup –grup tari sintren yang baru. Perubahan ini terdapat dari segi pertunjukan dan alat musik yang dimainkan oleh grup tari sintren yang baru, yaitu alat musik memakai alat organ atau alat musik dangdutan dan segi pertunjukan lebih meminimkan pemainnya. Akibatnya, orisinalitas dari pertunjukan grup tari sintren pun sedikit demi sedikit menghilang. Nilai-nilai yang terkandungdalam kesenian sintren yaitu nilai estetis, nilai sosial, dan nilai ekonomi masih dipertahankan oleh salah satu grup sintren yang bernama Sinar Harapan. Grup sintren yang berdiri pada tahun 1983 ini masih tetap mempertahankan tradisinya, baik secara bentuk pertunjukannya maupun laku spiritualnya. Adanya persaingan antara grup -grup tari sintren yang membuat grup Sinar Harapan tersisihkan oleh grup lainnya.Oleh karena itu, kegiatan memperkenalkan kembalimelalui strategi media yang menampilkan grup sintren Sinar Harapan sebagai grup yang masih mempertahankan orisinalitas dari segi pertunjukannya dan eksis sampai saat ini, dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Dengan demikian grup sintren Sinar Harapan sebagai grup sintrenyang masih mewarisi tradisi tari sintren dapat dikenal oleh khalayak luas sehingga dapat bertahan dan berkembang kembali di daerah Jawa Barat khususnya kota Cirebon.
Rabu, 10 September 2014
PROYEKSI PETA
PROYEKSI PETA
1.
Pengertian
Proyeksi
peta ialah cara pemindahan lintang/ bujur yang terdapat pada lengkung permukaan
bumi ke bidang datar. Ada beberapa ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam
proyeksi peta yaitu:
- Bentuk yang diubah harus tetap
- Luas permukaan yang diubah harus tetap,
- Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan yang diubah harus tetap,
- Sebuah peta yang diubah tidak boleh mengalam penyimpangan arah.
Dengan demikian, pada prinsipnya bahwa dengan proyeksi peta
diharapkan penggambaran permukaan bumi ke dalam peta tidak terlalu menyimpang
dari aslinya, atau dapat mendekati bentuk yang sebenarnya.
2.
Bentuk-bentuk
Proyeksi Peta
Menurut bidang proyeksinya, proyeksi
peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi
kerucut, dan proyeksi silinder.
a.
Proyeksi
Azimuthal
Proyeksi azimuthal ialah proyeksi
yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi bentuk ini
terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1)
Proyeksi
gnomonik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.
2)
Proyeksi
stereografik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan
bidang proyeksi.
3)
Proyeksi
orthografik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar
lingkaran.
b.
Proyeksi
Kerucut
Proyeksi bentuk ini diperoleh dengan
jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak
kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan. Proyeksi
dengan cara ini akan menghasilkan gambar yang baik (relatif sempurna) untuk di
daerah kutub utara dan di daerah kutub selatan.
c.
Proyeksi
Silinder
Proyeksi silinder diperoleh dengan
jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan,
kemudian direntangkan.
d. Proyeksi Universal Transverse Mercator
(UTM)
Proyeksi UTM adalah proyeksi peta
yang terkenal dan sering digunakan. UTM merupakan proyeksi silinder yang
mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform. Bidang
silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian
standar dengan faktor skala1. Lebar zone 6° dihitung dari 180° BT dengan nomor
zone 1 hingga ke 180° BT dengan nomor zone 60. Tiap zone mempunyai meridian
tengah sendiri. Perbesaran di meridian tengah = 0,9996. Batas paralel tepi atas
dan tepi bawah adalah 84° LU dan 80° LS.
Perbedaan proyeksi UTM dengan
proyeksi lainnya terletak pada koordinatnya. Proyeksi lain mengenal koordinat
negatif sedangkan proyeksi UTM tidak mengenal koordinat negatif. Dengan
dibuatnya koordinat semu, maka semua koordinat dalam sistem proyeksi UTM
mempunyai angka positif. Koordinat semu di (0, 0) adalah + 500.000 m dan + 0 m
untuk wilayah di sebelah utara ekuator atau + 10.000.000 m untuk wilayah di
sebelah ekuator. Keunggulan sistem UTM adalah
Ø Setiap zone memiliki proyeksi
simetris sebesar 6°,
Ø Rumus proyeksi utm dapat digunakan
untuk transformasi zone di seluruh dunia,
Ø Distorsi berkisar antara 40 cm/
1.000 m dan 70 cm/ 1.000 m.
Ø Sifat-sifat graticule dalam proyeksi
utm
·
Garis
melengkung yang berarah utara-selatan adalah garis proyeksi meridian.
- Garis proyeksi meridian tengah (central meridian) berupa garis lurus.
- Garis proyeksi meridian lainnya akan melengkung ke arah meridian tengah.
- Garis melengkung yang berarah barat-timur adalah garis proyeksi paralel.
- Garis proyeksi paralel yang berada di sebelah utara ekuator akan melengkung ke arah proyeksi kutub utara.
- Garis proyeksi paralel yang berada di sebelah selatan ekuator akan melengkung ke arah proyeksi kutub selatan.
- Garis proyeksi lingkaran ekuator berupa garis lurus berarah barat-timur.
- Jarak antara dua garis proyeksi meridian yang berurutan adalah tetap untuk suatu lintang tertentu, tetapi berubah-ubah untuk setiap perubahan lintang.
- Jarak antara dua garis proyeksi paralel yang berurutan tidak tetap.
- Semua koordinat geodetis dihitung terhadap meridian Greenwich sebagai bujur nol dan terhadap lingkaran ekuator sebagai lintang nol.
1) Lembar Peta Global
- Penomoran setiap lembar bujur 6° dari 180° BB 180° SBT menggunakan angka 1-60.
- Penomoran setiap lembar arah paralel 80°-84° LU menggunakan huruf C X dengan tidak menggunakan huruf I dan O. Selang setiap 8° mulai 8° LS 72° LU atau C W.
2) Lembar Peta UTM di Indonesia
Aplikasi UTM untuk Indonesia adalah
dengan membagi Indonesia ke dalam sembilan zone UTM. Dimulai dari meridian 90°
BT hingga 144° BT, mulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT hingga zone 54
(meridian sentral 141°)
3) Lembar Peta UTM Skala 1 : 25.000 di
Indonesia
- Ukuran satu lembar peta skala 1 : 25.000 adalah 7 1/2 x 7 1/2.
- Satu lembar peta skala 1 : 50.000 dibagi menjadi empat bagian lembar pada skala 1 : 25.000.
- Penomoran menggunakan huruf kecil a, b, c, d dimulai dari pojok kanan atas searah jarum jam.
Aplikasi UTM untuk Indonesia adalah dengan membagi Indonesia
kedalaman 9 zone UTM, dimulai dari meridian 90°BT hingga 144°, mulai dari zone
46 (Meridian sentral 93°BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141°BT).
e.
World
Geodetic System 1984 (WGS 84)
WGS 84 adalah sistem yang saat ini
digunakan oleh sistem navigasi satelit GPS (Global Positioning System) berdasarkan
peningkatan kualitas dari WGS 84 yang dilakukan secara berkesinambungan, sudah
dikenal tiga sistem yaitu WGS 84, WGS 84 (G730), dan WGS 84 (G873).
Kamis, 24 April 2014
Cara Mengembalikan File/Folder Yang Di Hidden Oleh Virus
Hari
ini adalah hari yang tidak beruntung bagiku, karena ketika ingin mentransfer
lagu dari komputer ke Blackberry ku tiba-tiba memory card aku kena virus dan
semua file yang ada dalam BB ku kena dan hilang alias di hidden oleh virus :(
tentu ini menyebalkan tapi karena sudah sering melihat ulah virus aku pun tidak
panik karena kehilangan file-file karena saya pikir itu pasti ada namun di
hidden.
Lanjut
cerita akhirnya memory card tersebut aku scand dengan antivirus dan bersih lah
sudah virusnya, namun tetap saja file yang kena virus tersebut tidak tampak
folder-foldernya karena masih status hidden. Dan aku pikir itu biasa saja
tinggal bagaimana cara mengembalikan file yang di hidden oleh virus tersebut.
Cara
mengembalikan file yang di hidden oleh virus itu gampang sekali karena itu bisa
di lakukan tanpa menggunakan software ataupun antivirus kita hanya menggunakan
CMD atau Command Prompt bawaan sistem operasi kebetulan saya menggunakan
windows 7 jadi langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini untuk mengembalikan
file yang di hidden oleh virus tersebut:
cara
berikut ini sama saja ketika anda ingin mengembalikan file yang di hidden oleh
virus di flashdisk anda, oke langsung saja berikut ini caranya:
-
Masuk
ke Command Prompt dengan cara Klik Start lalu pilih run kemudian dalam kotak
run anda tulis dengan CMD.
-
Setelah
jendela Command Prompt keluar maka selanjutnya sobat tinggal ketikkan
nama drive flashdisk/memory card anda yang diikuti dengan tanda :
contohnya: drive flashdisk/memory card anda F maka anda ketikkan F: lalu
tekan enter.
-
Kini
anda berada di dalam drive flashdisk anda, kemudian ketikkan dir lalu
tekan enter kemudian lihat hasilnya sudah muncul atau belum file yang anda
cari? Jika belum maka ketikkan dir/a kemudian tekan enter kembali
lihatlah apakah file atau folder yang anda sekarang sudah terlihat?
-
Jika
sudah terlihat maka langkah selanjutnya adalah ketikkan attrib –s –h –r /s
/d tunggu beberapa detik setelah muncul drive flashdisk pada jendela
Command Prompt anda misalnya F:\> maka proses pengembalian file atau
folder telah selesai. Selamat Mencoba….
Keterangan:
Ø attrib = string untuk memulai merubah
atribut pada Command Prompt
Ø -s = menghilangkan atribut System
File
Ø -h = menghilangkan atribut Hidden
File
Ø -r = menghilangkan atribut Read Only
File
Ø /s = sub directory
Ø /d = directory
Ø dir = melihat isi dari sebuah
directory
Ø dir /a = melihat isi dari sebuah
directory beserta atribut file nya juga berfungsi untuk menampilkan file
hidden.
![]() |
|
contoh
gambar mengembalikan file/folder yang di hidden oleh virus ( proses berhasil)
|
Langganan:
Postingan (Atom)
